Alhamdulillahi wa kafaa. Wasshalatu wassalamu 'alannabiyyil mushthofa.
Saudaraku, mari merenungkan ayat yang mulia ini. Dalam ayat ini Allah berfirman bahwa semua yg kita dapatkan dan kita kejar di dunia ini hanyalah sementara, dan tidak akan sepeserpun dibawa mati. Sedangkan tak satupun manusia yang tahu kapan ajal datang... Bisa jadi tahun depan, bulan depan, besok, atau mungkin saja hari ini. Lagipula sebanyak apapun bila hanya dimiliki sebentar, untuk apa? Ulama salaf Yahya ibn Mu'adz rahimahullah menggambarkannya dengan tepat :
لو كانت الدنيا تبرا يفنى والآخرة خذفا يبقى لكان ينبغي للعاقل إيثار الخذف الباقي على التبر الفاني. وكيف والدنيا خذف فان والآخرة تبر باقي
"Jika seumpama dunia adalah emas yg harus dikembalikan, dan akhirat adalah barang murah yang dimiliki selamanya, maka orang cerdas akan memilih barang murah yang dapat ia miliki selamanya. Faktanya, dunia adalah barang murah yang sementara dan akhirat adalah emas yang dimiliki selamanya".
Mengapa akhirat bagaikan emas yg selamanya? Karena kenikmatan surga tidak terbayangkan indahnya dan ia kekal selamanya. Sedangkan nikmat dunia seindah apapun, adalah barang murah, jika dibandingkan dengan akhirat. Bahkan, Allah menggambarkan dunia tidak seharga satu sayap nyamuk pun di sisiNya :
لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir”
(HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Rasulullah berkali kali mengingatkan kita dalam banyak hadits lain agar tidak terjebak dengan dunia. Beliau bersabda :
مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya” (HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
Dunia hanyalah sarana, bukan tujuan. .
Wallahu waliyyuttawfiq. Wallahu a'lam bisshawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar