Rabu, 22 April 2020

Dunia itu Murah dan Sementara, Akhirat itu Mahal dan Selamanya

Alhamdulillahi wa kafaa. Wasshalatu wassalamu 'alannabiyyil mushthofa. 

Saudaraku, mari merenungkan ayat yang mulia ini. Dalam ayat ini Allah berfirman bahwa semua yg kita dapatkan dan kita kejar di dunia ini hanyalah sementara, dan tidak akan sepeserpun dibawa mati. Sedangkan tak satupun manusia yang tahu kapan ajal datang... Bisa jadi tahun depan, bulan depan, besok, atau mungkin saja hari ini. Lagipula sebanyak apapun bila hanya dimiliki sebentar, untuk apa? Ulama salaf Yahya ibn Mu'adz rahimahullah menggambarkannya dengan tepat : 

لو كانت الدنيا تبرا يفنى والآخرة خذفا يبقى لكان ينبغي للعاقل إيثار الخذف الباقي على التبر الفاني. وكيف والدنيا خذف فان والآخرة تبر باقي

"Jika seumpama dunia adalah emas yg harus dikembalikan, dan akhirat adalah barang murah yang dimiliki selamanya, maka orang cerdas akan memilih barang murah yang dapat ia miliki selamanya. Faktanya, dunia adalah barang murah yang sementara dan akhirat adalah emas yang dimiliki selamanya".

Mengapa akhirat bagaikan emas yg selamanya? Karena kenikmatan surga tidak terbayangkan indahnya dan ia kekal selamanya. Sedangkan nikmat dunia seindah apapun, adalah barang murah, jika dibandingkan dengan akhirat. Bahkan, Allah menggambarkan dunia tidak seharga satu sayap nyamuk pun di sisiNya :

لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir”
(HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Rasulullah berkali kali mengingatkan kita dalam banyak hadits lain agar tidak terjebak dengan dunia. Beliau bersabda :

مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya” (HR. Tirmidzi, dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Dunia hanyalah sarana, bukan tujuan. .
Wallahu waliyyuttawfiq. Wallahu a'lam bisshawab

Sabtu, 11 April 2020

Mensyukuri 3 Anugerah Luar Biasa dari Allah

Alhamdulillah, wasshalatu wassalamu 'ala rasulillah. Saudaraku, mari kita merenungi ayat si bawah ini. Allah SWT berfirman:

قُلْ هُوَ الَّذِيْۤ اَنْشَاَ كُمْ وَجَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصَا رَ وَ الْاَ فْــئِدَةَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

qul huwallaziii ansya`akum wa ja'ala lakumus-sam'a wal-abshooro wal-af`idah, qoliilam maa tasykuruun

"Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur."
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 23)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Saudaraku mari sejenak merenungi ayat ini. Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala berfirman bahwa Dia telah memberikan kita tiga anugerah yang luar biasa : pendengaran, penglihatan dan hati nurani. Ibnu Katsir berkata dlm tafsirnya bahwa hati nurani dlm ayat ini berarti pemahaman. Tiga karunia ini kita gunakan hampir dlm setiap detik, kecuali ketika kita tidur. Bagaimana jika kita hidup tanpa ketiganya? Cobalah tutup mata Anda semenit saja dan rasakan, maka itulah yang terjadi jika kita hidup tanpa penglihatan. Banyak orang yg tidak seberuntung kita dan mengalami kebutaan. Lalu coba tutup telinga Anda selama semenit, maka itulah rasanya hidup tanpa pendengaran. Di luar sana banyak orang yg tuli. Lalu bisakah kita bayangkan kita hidup tanpa memiliki pemahaman? Inilah yg terburuk, karena hal itu yg terjadi pada orang yg gila. Mereka tidak bisa lagi hidup seperti orang normal. Adakah kita sudah bersyukur dengan porsi yang tepat untuk ketiga nikmat luar biasa ini, yg Allah mengaruniakan pada kita secara gratis, tanpa kita membayar sepeserpun.

Kemudian mari kita renungkan, bagaimana Allah menciptakan mata kita yang begitu rumit dan sempurna, yang lebih bagus dari kamera manapun juga. Lalu pendengaran kita yang bisa mendengar segala macam suara. Lalu keduanya terhubung dengan otak kita yang demikian sempurna, sehingga kita bisa memahami keadaan sekitar kita dan melakukan aktivitas. Fatabaarakallahu ahsanal khaaliqin. Maka terpujilah Allah, sebaik - baik Pencipta. Allah berfirman dlm surat At Tin ayat 4:
لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم
"Kami benar benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik".

Di akhir ayat ini Allah berfirman bahwa sedikit sekali kita bersyukur atas 3 nikmat ini. Maka mari kita berintrospeksi, dan lebih bersyukur kepada Allah dengan cara beribadah kepadanya. Sebagaimana dlm hadits riwayat Bukhari, Rasulullah ketika ditanya sahabat mengapa beliau shalat malam hingga kaki beliau bengkak, padahal semua dosa beliau pasti diampuni dan masuk surga. Beliau menjawab : "Bukankah sudah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur?". Dari hadits ini dapat disimpulkan bahwa bersyukur tidak hanya dengan lisan, tapi juga dengan ibadah. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba yang bersyukur dengan cara beribadah dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Wallahu waliyyuttawfiq. Wallahu a'lam bisshawab.

Kamis, 09 April 2020

Tanda Kebesaran Allah dalam Tanaman dan Hujan

.
Saudaraku seiman, mari sejenak merenungi ayat ini .
Alhamdulillahi wa kafaa. Wasshalatu wassalam 'alannabiyyil mushtofa. Hampir tak pernah kita lewatkan satu haripun dalam hidup kita kecuali kita mengkonsumsi makanan yg berasal dari tumbuhan seperti nasi, sayur, buah buahan dan lain sebagainya. Tapi apakah ketika memakan makanan" tersebut kita berpikir bagaimana Allah menumbuhkan semua tumbuhan ini dari sebuah biji yang kecil?
Biji yang hanya perlu air dan sinar matahari untuk hidup dan menjadi makanan untuk kita. Bagaimana Allah membuat berbagai macam tanaman dengam berbagai ukuran, semuanya dari biji yang hampir sama kecilnya? Kemudian Allah mengaturnya agar tumbuh dengan mudah dan subur, apalagi di tanah Indonesia ini.
.
Dalam ayat diatas Allah berfirman bahwa Dia menurunkan hujan untuk menumbuhkan semua tanaman. Pernahkah kita berfikir bagaimana jika Allah tidak menurunkan hujan dari langit, apa yang akan terjadi? Tanaman akan kering dan mati. Lalu kita tidak bisa lagi makan nasi, sayur dan buah yang kita sukai. Bisakah Allah melakukan semua itu? Tentu bisa. Namun Allah tetap memberi rezeki pada seluruh manusia, meskipun kita selalu berbuat dosa. Itu karena Allah adalah ar Rahman, yang mana menurut Ibnu Katsir artinya adalah Sang Maha Penyayang bagi seluruh makhlukNya, walaupun makhluknya berbuat dosa. Allah tetap memberi rezeki dan membuka pintu taubat untuk makhlukNya selama ajal belum tiba.
.
Saudaraku seiman, mari kita bermuhasabah diri. Sudahkah kita bersyukur atas semua nikmat ini? Bersyukur adalah dengan lisan, dengan ibadah yang ikhlas kepadaNya dan dengan menaati perintah dan laranganNya. Sebagaimana Allah berfirman : "“Sangat sedikit sekali di antara hamba-Ku yang mau bersyukur.” (QS. Saba’: 13). Mari berusaha menjad hambaNya yang bersyukur. Amin
.
Wallahu waliyyut tawfiq. Wallahu a'lam bisshowab

Selasa, 07 April 2020

Tanda Kebesaran Allah dalam Tubuh Kita


Alhamdulillahi wa kafaa. Wassholatu wassalamu 'alannabiyyil mushthofa.
Ikhwah fillah, mari sejenak kita mentafakkuri ayat ini. Allah berfirman bahwa di bumi dan terutama di dalam tubuh kita sendiri terdapat tanda tanda kebesaranNya. Tentunya kita tahu akan hal ini, tapi seringkali kita melupakan dan menganggap kecil nikmat dan kekuasaan Allah dalam tubuh kita. Sadarilah saudaraku, bahkan kita tidak memiliki kontrol sepenuhnya atas tubuh kita. Apakah kita mengontrol jantung kita untuk memompa darah setiap detik? Tidak. Apakah kita dengan sengaja menginginkan paru paru kita untuk mengembang dan mengempis? Tentu tidak. Bagaimana dengan lambung utk mencerna? Tidak . Semuanya Allah yang telah mengatur sedemikian rupa agar kita bisa hidup dengan baik. 
.
Mari kita renungkan bagaimana tubuh kita bekerja. Apakah kita pernah berfikir bagaimana makanan kita dicerna? Dari sebuah makanan yang padat kemudian menjadi energi dan menjadi bagian dari tubuh kita berupa tulang dan daging. Bagaimana Allah menciptakan sistem yg sedemikian itu? Tentunya kita hanya bisa menjelaskan secara ilmu biologi namun kita tidak akan mengerti bagaimana Allah memprogram organ organ dan tubuh kita ini. Lalu bagaimana dengan otak kita? Yang menurut ilmuwan memiliki jutaan sel dan ribuan pembuluh darah. Yang jika satu saja pecah maka kita bisa mati seketika. Allah mengatur sedemikian rupa agar hal demikian tidak terjadi.
.
Sungguh Allah sebaik baik Pencipta. Dialah yang menciptakan kita dan seluruh alam ini. Maka pantaslah jika kita mengabdi padaNya dan mempersembahkan hidup kita hanya untukNya. Karena Dia lah yang menciptakan kita sesempurna ini, dan kita tidak membayar sepeserpun untuk tubuh ini. Yang Allah minta dari kita hanyalah beribadah hanya kepadaNya semata, dan itupun untuk kebahagiaan kita sendiri di dunia dan akhirat. "Qul inna sholaati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil 'alamin. (Al An'am : 162)". Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam. 
.
Wallahu waliyyuttawfiq. Wallahu a'lam bisshowab.

Senin, 23 Maret 2020

Maksiat Mengecoh Manusia, dan Kenikmatan Sejati terdapat Pada Ibadah

Ibnu Rajab al Hanbali rahimahullah berkata : Yang membuat seseorang berani mengerjakan hal yang haram & maksiat adalah kenikmatan yang ada dalam perbuatan itu. Lalu dia berasumsi bahwa dia akan mendapatkan kenikmatan dan terhindar dari akibatnya. Ia berpikir Allah akan memaafkan. Beliau melanjutkan “Dan ini adalah salah satu kekeliruan terparah di dunia. Faktanya yang terjadi adalah kebalikannya, dosa selalu diikuti dengan kegalauan, rasa sakit, sempitnya dada dan kerasnya hati”
Yang artinya dosa akan menyerang hati, menyerang kebahagiaan seseorang. Ia tidak bisa tenang, gelisah, tidak nyaman, paranoid.
Lebih lanjut Ibnu Rajab al Hanbali rahimahullah berkata : “Orang yang mengerjakan hal haram akan kehilangan kebahagiaan hati, manisnya ketaatan, dan cahaya dari iman. Semua itu tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan sesaat dari maksiat”
“قال مالك ابن دينار “ما ضرب عبد بعقوبة أعظم من قسوة القلب”
Selaras dengan hal ini, berkata Malik bin Dinar rahimahullah “Tidak ada hukuman yang lebih tragis bagi seseorang dibanding kerasnya hati”. Kerasnya hati akan menghilangkan kebahagiaan dari diri seseorang. Sebagaimana firman Allah dalam surat Thaha ayat 124 :
“قال الله تعالى : “وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا
Artinya : “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit”
Berkata Ust Nuzul Dzikri hafizhahullah : “Allah tidak berkata org itu akan miskin atau sakit secara fisik. Bisa jadi ia kaya & sehat tapi di dalam hati, ia menderita. Hal ini pasti terjadi karena Allah, Pencipta Manusia dan Alam Semesta yang mengatakan. Misal, jika seorang presiden saja memutuskan seseorang akan dihukum, maka orang itu akan dihukum. Apalagi jika Pencipta dan Pemilik Alam Semesta sudah memutuskan sesuatu. Seratus persen akan terjadi”
Hasan al Bashri rahimahullah berkata: “Orang yang melakukan perbuatan haram akan mendapatkan azab di dunia dan akhirat. Azab di dunia yaitu buta agama, kegelapan dan kesempitan dalam hati, kelemahan fisik, musibah – musibah dan ketidakbahagiaan”
Beliau melanjutkan : “Dan di akhirat ia akan mendapat murka dari Allah dan siksaan api neraka”
“Sedangkan ketaatan pada Allah akan mendapatkan ganjaran di dunia dan akhirat”
“في الدنيا البصر في الدين والنور في القلب والقوى في البدن مع الصحبة الحسنة”
“Di dunia ia akan mendapatkan kenikmatan dalam menjalankan ketaatan, cahaya dalam hatinya, kesehatan badan dan hanya orang-orang baik yang berada di sekitarnya”
Banyak orang terkecoh dengan kenikmatan maksiat, karena maksiat kelihatannya nikmat dan cocok dengan syahwat manusia. Sebagaimana disebutkan dlm hadits bahwa neraka dihiasi dengan syahwat.
Maksiat pasti pertamanya lezat, tapi ujungnya sengsara dan kesedihan di dunia. Lebih mudah untuk menghindari maksiat dengan tidak pernah mencobanya, sehingga tidak tahu bagaimana rasanya. Karena jika sudah mencoba akan ketagihan. Sebagaimana para ulama mengatakan : “Satu maksiat jika dilakukan akan mengundang saudara – saudaranya yang lain”
Banyak orang menganggap maksiat akan membawa bencana dlm dunia : karier menjadi buruk, rezeki berkurang, perceraian, dan seterusnya. Terkadang hal-hal diatas tidak terjadi pada ahli maksiat karena Allah menghukum mereka dengan istidraj (diabaikan oleh Allah).
FAKTANYA, akibat terburuk dari dosa dan maksiat adalah ia merusak kebahagiaan seseorang dalam hatinya. Ia akan menjadi gelisah, merasa bersalah, sedih dan tidak tenang. Ia harus melakukan maksiat lain dan menghamburkan uang untuk mengobati kekosongan jiwanya dan kegelisahannya.
Serta ia akan kehilangan kesempatan menikmati nikmat tertinggi di dunia : yaitu nikmat khusyu’ dalam ibadah. Hal ini dibenarkan oleh para ‘ulama.
قال مالك ابن دينر : ما تنعم المتنعمون بمثل ذكر الله
Berkata Malik bin Dinar rahimahullah : Para pecinta kenikmatan tidak akan pernah merasakan hal yang lebih nikmat dari dzikrullah (yang khusyu’)
قال أبو سليمان : أهل الليل في ليلهم ألذ من أهل اللهو في لهوهم
Berkata Abu Sulaiman rahimahullah : Para ahli tahajjud dalam shalatnya merasakan nikmat yang lebih lezat daripada para ahli maksiat dalam maksiatnya.
Ust Nuzul Dzikri berkata “Yang menjadi masalah adalah, kebanyakan orang tidak mengerti hal ini. Mereka hanya melihat secara fisik saja, dan tidak melihat apa yang terjadi di dalam hati.”
Semoga Allah memberikan tawfiq untuk kita agar terjauh dari maksiat dan memberikan hidayah bagi kita agar dapat menikmati manisnya iman dan ibadah. Wallahu waliyyuttawfiq.