Alhamdulillahi wa kafaa. Wassholatu wassalamu 'alannabiyyil mushthofa.
Ikhwah fillah, mari sejenak kita mentafakkuri ayat ini. Allah berfirman bahwa di bumi dan terutama di dalam tubuh kita sendiri terdapat tanda tanda kebesaranNya. Tentunya kita tahu akan hal ini, tapi seringkali kita melupakan dan menganggap kecil nikmat dan kekuasaan Allah dalam tubuh kita. Sadarilah saudaraku, bahkan kita tidak memiliki kontrol sepenuhnya atas tubuh kita. Apakah kita mengontrol jantung kita untuk memompa darah setiap detik? Tidak. Apakah kita dengan sengaja menginginkan paru paru kita untuk mengembang dan mengempis? Tentu tidak. Bagaimana dengan lambung utk mencerna? Tidak . Semuanya Allah yang telah mengatur sedemikian rupa agar kita bisa hidup dengan baik.
.
Mari kita renungkan bagaimana tubuh kita bekerja. Apakah kita pernah berfikir bagaimana makanan kita dicerna? Dari sebuah makanan yang padat kemudian menjadi energi dan menjadi bagian dari tubuh kita berupa tulang dan daging. Bagaimana Allah menciptakan sistem yg sedemikian itu? Tentunya kita hanya bisa menjelaskan secara ilmu biologi namun kita tidak akan mengerti bagaimana Allah memprogram organ organ dan tubuh kita ini. Lalu bagaimana dengan otak kita? Yang menurut ilmuwan memiliki jutaan sel dan ribuan pembuluh darah. Yang jika satu saja pecah maka kita bisa mati seketika. Allah mengatur sedemikian rupa agar hal demikian tidak terjadi.
.
Sungguh Allah sebaik baik Pencipta. Dialah yang menciptakan kita dan seluruh alam ini. Maka pantaslah jika kita mengabdi padaNya dan mempersembahkan hidup kita hanya untukNya. Karena Dia lah yang menciptakan kita sesempurna ini, dan kita tidak membayar sepeserpun untuk tubuh ini. Yang Allah minta dari kita hanyalah beribadah hanya kepadaNya semata, dan itupun untuk kebahagiaan kita sendiri di dunia dan akhirat. "Qul inna sholaati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil 'alamin. (Al An'am : 162)". Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam.
.
Wallahu waliyyuttawfiq. Wallahu a'lam bisshowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar